Advisory and Training “Building Bridges” Perkuat Pelayanan Komunikasi Gereja di Era Digital
- eiucmediacenter
- 3 Jun
- 2 menit membaca

Aula KM Bahari, Kantor Pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Advisory and Training “Building Bridges” pada 25–27 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Komunikasi sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan komunikasi gereja dalam mendukung pemberitaan Injil di tengah perkembangan dunia digital yang semakin pesat.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta, yang terdiri dari para direktur komunikasi dari 13 daerah dan konferens di Uni Timur, tim media dari berbagai daerah, serta tim media dari beberapa jemaat. Kehadiran dari semua peserta yang datang dari berbagai wilayah menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk membangun pelayanan komunikasi yang semakin efektif, kreatif, dan berdampak bagi misi gereja.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan susunan acara yang dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan pelayanan komunikasi saat ini. Pada hari pertama, kegiatan difokuskan untuk semua direktur komunikasi dalam sesi advisory. Dalam kesempatan tersebut, seluruh direktur komunikasi mempresentasikan rencana kerja mereka untuk beberapa tahun ke depan, sekaligus menerima arahan langsung dari Pr. Carlito Quidet, Direktur Komunikasi Southern Asia-Pacific Division (SSD). Melalui materi yang disampaikan, Pastor Quidet memberikan wawasan strategis dan dorongan rohani bagi para Direktur Komunikasi agar tetap setia dan kreatif dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan dibidang komunikasi.
Hari kedua, seluruh peserta dari berbagai daerah mulai bergabung dalam sesi pelatihan. Suasana kegiatan terlihat penuh antusiasme, karena para peserta mengikuti berbagai pemaparan dari narasumber yang berpengalaman. Salah satu pembicara yang memberikan kontribusi besar dalam kegiatan ini adalah Antony Stanyer, Assistant Communication Director Southern Asia-Pacific Division. Materi yang dibawakan sangat menarik dan relevan dengan kebutuhan pelayanan media pada masa kini, khususnya dalam menghadapi tantangan komunikasi digital dan penginjilan melalui berbagai platform media.
Pada hari ketiga, kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan semangat yang sama. Para peserta kembali memperoleh pembekalan yang memperkaya pengetahuan, keterampilan, dan visi pelayanan mereka. Dalam salah satu penyampaiannya, Pr. Carlito Quidet menegaskan pentingnya peran komunikasi dalam pelayanan gereja. Ia menyampaikan: "Kita hidup di zaman di mana informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya. Dalam situasi seperti ini, gereja tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai pembawa pesan pengharapan. Komunikasi bukan sekadar pekerjaan teknis yang berkaitan dengan kamera, desain, media sosial, atau publikasi. Komunikasi adalah bagian dari misi Allah. Setiap foto yang kita ambil, setiap video yang kita produksi, setiap berita yang kita tulis, dan setiap unggahan yang kita bagikan memiliki potensi untuk menyentuh hati seseorang dan memperkenalkan mereka kepada Kristus. Karena itu, setiap pelayan komunikasi dipanggil untuk melihat dirinya bukan hanya sebagai operator media, tetapi sebagai misionaris digital yang menggunakan talenta dan teknologi untuk memuliakan Tuhan."
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam menjangkau jiwa-jiwa melalui media yang tersedia saat ini.
Pada penutupan kegiatan, Pr. Carlito Quidet memimpin dalam sesi komitmen. Dalam suasana yang penuh sukacita dan kesungguhan, para peserta diajak untuk mengingat kembali tanggung jawab pelayanan mereka serta berkomitmen menggunakan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama tiga hari kegiatan untuk kemuliaan nama Tuhan.
Kegiatan Advisory and Training “Building Bridges” diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperlengkapi pekerjaan Tuhan. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan media dan teknologi secara kreatif, profesional, dan efektif dalam menyebarkan Injil, memperkuat keterlibatan jemaat, serta menjangkau lebih banyak orang dengan pesan keselamatan di dalam Kristus.
(**red/tim/eiuc)




Komentar